Jumat, 17 Agustus 2012

Orang Yang Mencintai Allah Dan Rasul-Nya

Golongan hamba yang di cintai oleh Allah, diantaranya :

1. Orang-orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya
2. Orang yang bertaqwa/muttaqin
3. Orang yang beriman/mu’minin
4. Orang yang berbuat baik/muhsinin
5. Orang yang berbuat adil/muqsithin
6. Orang berlaku sabar/shabirin
7. Orang yang bertawakal/mutawakkilin
8. Orang yang bertaubat/tawwabin
9. Orang yang suci/mutathohhirin
10. Orang yang berjujang di jalan Allah dalam barisan yang teratur / terorganisasi

Namun, pada kali ini ananda akan menjelaskan tentang orang-orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Di dalam Al-Qur'an, orang beriman itu sangat cinta kepada Allah SWT, yaitu :

وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ

“…Orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS. Al Baqarah [2] : 165)

Ciri orang yang beriman adalah mencintai Allah dan RasulNya melebihi bapak, anak, saudara, istri, keluarga, kekayaan, bisnis, dan rumah mereka:

قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌۭ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍۢ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ

“Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. ” [At Taubah 9:24]

Imam Bukhori meriwayatkan dari Anas bahwa seorang laki-laki dari penduduk kampung datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata; “Wahai Rasulullah, kapankah hari Kiamat akan terjadi?” beliau menjawab: “Celaka kamu, apa yang telah kau persiapkan?” laki-laki itu berkata; “Aku belum mempersiapkan bekal kecuali aku hanya mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Beliau bersabda: “Kalau begitu, kamu bersama dengan orang yang kamu cintai.”

Hadis riwayat Anas ra., ia berkata:

Nabi saw. bersabda: Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka. (Shahih Muslim No.60)

Pada akhirnya kecintaan kepada Allah dan RasulNya membuat kita mencintai yang lainnya seperti Ibu, Bapak, Guru, orang-orang yang beriman, bahkan terhadap sesama makhluk hidup.

Cinta kepada Allah dan RasulNya di atas yang lain bisa membuat kita berjihad di jalan Allah dengan mengorbankan harta dan jiwa kita.

Sebaliknya, jika ada orang yang dengan alasan mencintai Allah dan RasulNya di atas yang lain, lalu terhadap sesama manusia dia tidak sayang bahkan terhadap ibu dan anak-anaknya, maka itu juga keliru.

Bagaimana caranya agar kita bisa mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi yang lain termasuk diri kita?

Sulit memang.

Umumnya orang itu mencintai dirinya sendiri. Jika dia mencintai yang lain, itu karena 2 hal. Pertama yang lain itu memberi kebaikan, kenikmatan atau kepuasan pada dirinya. Yang kedua adalah karena yang lain itu merupakan sebab atau perantara pada hal-hal yang memberi kebaikan, kenikmatan atau kepuasan pada dirinya. Contohnya manusia itu senang makanan karena memberi kepuasan pada dirinya. Dia juga suka kepada uang yang dengan itu, dia bisa mendapat makanan.

Agar kita bisa mencintai Allah, kita harus yakin bahwa Allah memberi banyak kebaikan, kenikmatan, dan kepuasan pada diri kita. Allah yang menciptakan diri kita. Allah menciptakan 2 tangan, 2 kaki, mata dan mulut kita.

Saat kita mencintai ibu kita, istri kita, dan anak kita, ingatlah Allah yang menciptakan mereka semua. Tanpa Allah, mereka tidak akan ada bersama kita. Oleh karena itu kita harus mencintai Allah melebihi mereka.

Allah telah menciptakan semua untuk kita. Diri kita, keluarga kita, teman-teman kita, bumi, langit, beserta seluruh isinya. Nikmat Allah yang kita terima tidak akan bisa kita hitung.

Hikmah Mencintai Allah di atas yang lain

Jika kita mencintai selain Allah melebihi rasa cinta kepada Allah, hanya akan membuat kita sedih. Karena selain Allah itu fana. Akan binasa. Jika bukan kita yang meninggalkannya, merekalah yang meninggalkan kita. Banyak orang yang frustrasi, depresi, dan putus asa karena lebih mencintai selain Allah.

Jika kita lebih mencintai diri kita sendiri, kita akan selalu was-was karena kita akan jadi tua, buruk, lemah, dan akhirnya meninggal.

Jika kita lebih mencintai ibu, bapak, istri, anak, kekasih, dan sebagainya daripada Allah, maka jika mereka meninggal, hati kita akan hancur. Hidup kita bisa hampa.

Tapi jika kita mencintai Allah, ketahuilah bahwa Allah itu kekal. Dia akan selalu bersama kita di dunia dan di akhirat nanti. Insya Allah jika kita lebih mencintai Allah dari yang lain, kita tidak khawatir atau pun bersedih hati karena Allah senantiasa bersama kita.

Bagaimana dengan ciri-ciri hamba yang mencintai Allah?

Baiklah, Ciri-ciri hamba yang mencintai Allah diantaranya adalah :

Yang pertama, Allah tujuan hidupnya, Allah ghayatuna.

Yang kedua, sangat taat kepada Allah SWT, istiqomah, berpegang teguh pada syariat Allah SWT.

Yang ketiga, mencintai mereka yang dicintai oleh Allah, (yaitu) para Rasul, para Anbiyya, para aulia, hamba-hamba Allah yang jujur, para syuhada, hamba-hamba Allah yang shaleh.

Yang keempat, dengan sangat senang hati melakukan apa yang Allah perintahkan untuk dirinya, dan apa yang Allah larang untuk dirinya. Karena ia tahu perintah-larangan Allah untuk kemaslahatan dirinya.

Yang kelima, selalu ingat kepada Allah, selalu berdzikir kepada Allah SWT. Selama berdzikir berarti selama itu ia bersama Allah.

Yang keenam, mengunjungi rumah Allah, Ka’bah Baitullah, Haji bagi mereka yang mampu.

Yang ketujuh, selalu melakukan yang terbaik untuk Allah, jihad fii sabilillah.

Yang kedelapan, merindukan perjumpaan dengan Allah. Subhanallah. Dan sangat senang menikmati ibadah, khusyuk dalam beribadah, merupakan bukti cinta kepada Allah